Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Hikayat dalam Karya Sastra

Apa yang dimaksud dengan Hikayat? dan apa saja ciri-ciri dan juga Contoh hikayat? Dunia sastra kini telah banyak dilingkupi dengan beraneka ragam bentuk karya-karyanya, baik itu yang tradisional maupun yang modern.Sebut saja, novel, cerita pendek, dongeng, dan sebagainya. Namun, ada salah satu bentuk sastra yang kini berangsur-angsur mulai menghilang., yaitu hikayat. Hikayat termasuk salah satu karya sastra Melayu Klasik.

Hikayat adalah cerita kuno sejenis roman yang menceritakan kehidupan putra raja yang gagah perkasa beserta putri yang cantik yang bersifat khayal. Cerita lengkap dalam hikayat dimulai dari cerita tentang nenek moyang para tokoh yang berasal dari kayangan. Peristiwa-peristiwa diceritakan secara mengagumkan berhubungan dengan kesaktian dan pengalaman-pengalaman yang berbahaya. Pada umumnya cerita berakhir dengan pertemuan antara putra raja dengan kekasihnya. Bahasa dalam hikayatkadang-kadang sulit dipahami. Dalam menceritakan kisahnya, hikayat menggunakan bahasa Melayu yang kini sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ini merupakan salah satu faktor mengapa sekarang hikayat kurang populer dalam kehidupan masyarakat khususnya dikalangan remaja.

Hikayat merupakan salah satu karya sastra ada di Indonesia. Pengertian hikayat menurut Dick Hartoko dan B. Rahmanto (1985:59) mengatakan bahwa hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu Lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita sejarah atau membentuk riwayat hidup. Untuk lebih jelasnya mari kita coba memaparkan mengenai Hikayat, bagaimana sejarah, macam-macam hikayat, dan juga beberapa contoh Hikayat supaya lebih mduah untuk dipelajari

Pengertian Hikayat

Pengertian dan contoh Hikayat

Hikayat adalah sebuah bentuk cerita yang asal usulnya berasal dari Arab. Cerita ini mulai dikenal di Indonesia sejak masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Hikayat bisa dikatakan hampir mirip dengan dongeng dan penuh dengan daya fantasi. Biasanya berisi cerita kehidupan seputar istana, kerajaan, atau kehidupan orang kelas atas di zaman dahulu. Misalnya seperti kisah cerita anak-anak raja, pertempuran antarnegara, seorang pahlawan yang memiliki senjata sakti, dan lain-lain.

Tokoh dalam hikayat sudah dapat dipastikan raja, permaisuri, pangeran, putri raja, juga orang-orang yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan atau istana.  Hikayat sebagian besar berupa sastra lisan atau disampaikan dari mulut ke mulut.Selain isinya yang serba indah, ada juga yang berisi tentang kehidupan menyedihkan sebagai pembangkit semangat juang bagi yang mendengar atau membacanya.

Ciri-ciri Hikayat :

1. Anonim : Pengarangnya tidak dikenal
2. Istana Sentris : Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan
3. Bersifat Statis : Tetap, tidak banyak perubahan
4. Bersifat Komunal : Menjadi milik masyarakat
5. Menggunakan bahasa klise : Menggunakan bahasa yang diulang-ulang
6. Bersifat Tradisional : Meneruskan budaya/ tradisi/ kebiasaan yang dianggap baik
7. Bersifat Didaktis : Didaktis moral maupun didaktis religius (Mendidik)
8. Menceritakan Kisah Universal Manusia : Peperangan antara yang baik dengan yang buruk, dan dimenangkan oleh yang baik
9. Magis : Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal imajinasi yang serba indah


Macam-macam Hikayat

Jenis-jenis Hikayat berdasarkan isinya :
1. Cerita Rakyat
2. Epos India
3. Cerita dari Jawa
4. Cerita-cerita Islam
5. Sejarah dan Biografi
6. Cerita berbingkat

Macam-macam Hikayat berdasarkan asalnya :
1. Melayu Asli, contohnya:
    Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur islam)
    Hikayat Si Miskin (bercampur unsur isl;am)
    Hikayat Indera Bangsawan
    Hikayat Malim Deman

2. Pengaruh Jawa, contohnya:
    Hikayat Panji Semirang
    Hikayat Cekel Weneng Pati
    Hikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma)

3. Pengaruh Hindu (India), contohnya:
    Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)
    Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)
    Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata)
    Hikayat Bayan Budiman

4. Pengaruh Arab-Persia, contohnya:
    Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)
    Hikayat Bachtiar
    Hikayat Seribu Satu Malam

Lihat Juga Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran

Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat :

- Alur : tahapan cerita yang bersambungan.
- Tema : gagasan/ide/dasar cerita. (Alur maju, alur mundur, alur gabungan atau alur sorot balik)
- Penokohan : pemain/orng yang berperan di dalam cerita.

Unsur Ekstrinsik dalam Hikayat :

- Nilai moral
- Nilai agama


Contoh Hikayat

Berikut salah satu contoh Hikayat :
HIKAYAT JAYA LENGKARA

Tersebut cerita seorang raja yang terlalu besar kerajaannya, Saeful Muluk namanya, Ajam Saukat nama kerajaanya. Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda Rum. Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan Putri Sukanda baying-bayang. Hatta berapa lamanya, Puteri Sukanda bayang-bayangpun beranak anak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim. Permaisuri takut kehilangan kasih sayang raja sama sekali, lalu berdoa meminta anak. Doanya dikabulkan. Hatta berapa lamanya, ia pun beranaklah seorang anak laki-laki yang terlalu baik rupanya. Anak itu ialah Jaya Lengkara. Adapun semasa Jaya Langkara jadi itu, negeri pun terlalu makmur, makanan murah dan banyak pedagang yang datang pergi. Segala ahli nujum, hulubalang dan rakyat sekalian juga mengucap syukur kepada Alloh.

Kemudian raja menyuruh anaknya yang lain ,Makdam dan Makdim pergi bertanyakan nasib Jaya Langkara pada seorang kadi. Kadi itu meramalkan bahwa Jaya Langkara akan menjadi raja besar yang terlalu banyak sakti dan segala raja-raja besar tiada yang dapat melawannya dan segala margastua juga tunduk kepadanya dengan khidmat. Mendengar ramalan yang demikian, Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda mereka dengan mengatakan, jikalau Jaya Langkara ada dalam negeri, negeri akan binasa, beras padi juga akan menjadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Langkara dengan bundayanya dari negeri.

Naga guna menyelamatkan Jaya Langkara. Bersama-sama mereka akan pergi ke negeri Peringgi. Jaya Langkara menewaskan seorang ajar-ajar dan memaksanya masuk islam. Dengan bantuan raja jin yang sudah masuk islam, ia membebaskan Makdam dan Makdim dari penjara. Ratna Kasina dan Ratna Dewi dikawinkan dengan Makdam.Bunga Kumkuma putih juga sudah diperolehnya.

Mangkubumi mesir coba mengambil bunga itu dari jaya langkara dan ditewaskan. Jaya Langkara mengampuni dia, bila mendengar sebab-sebab ia ingin mendapat kan bunga itu. Jaya Langkara pergi ke Mesir dan memohon supaya puteri Ratna Dewi dikawinkan dengan Makdim. Permaohonan nya diterima dengan baik oleh raja Mesir. Bersama –sama dengan Ratna Kasina, Jaya Langkara berangkat ke negeri Ajam Saukat dan menyembuhkan penyakit raja yang tak lain adalah ayahnya. Selang berapa lamanya, Jaya Langkara kembali ke hutan untuk mencari bundanya.Ratna Kasina menyusul tidak lama kemudian, karena tidak tahan di ganggu oleh Makdam dan Makdim yang sudah ke negeri Ajam Saukat. Karena berahi mereka akan putri Ratna Kasina, Makdam dan Makdim coba membunuh Jaya Langkara. Naga guna menyelamatkan dan membawanya bersama-sama dengan Puteri Ratna Kasina ke negeri Madinah. Raja Madinah sangat bergembira. Jaya Langkara dikawinkan dengan puteri Ratna Kasina. Raja Madinah sendiri juga berkawin dengan bunda jaya langkara. Hatta berapa lamanya. Jaya Langkara pun menjadi raja, negeri Madinah pun terlalu makmur dan besar kerajaannya. Segala raja besar pun menghantar upeti ke madinah setiap tahun.

Demikina mengenai Pengertian Hikayat, Ciri-ciri Hikayat, Macam-macam Hikayat, dan Juga Contoh Hikayat. Semoga bermanfaat bagi pembelajaran.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Hikayat dalam Karya Sastra Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rumpun Nektar

0 komentar:

Poskan Komentar

Dapatkan Artikel Terbaru Melalui Email Anda

Diberdayakan oleh Blogger.